Aku mengiba kembali pada-MU Apakah harus seperti ini jalanku Meninggalkan jejak hati Yang terpaut dalam resahnya diri Aku lelah... Berulang kali kuteriakkan pada-MU Lalu jalan apa yang terenggut Dalam bait kata yang menyesakkanku Tuhan lagu itu satir Yang jelas-jelas tiap nadanya Menusuk jantungku Hingga kuterpayah pada tempatnya Lalu Kau buat aku diam sedemikian rupa Dan tak bosan ku bertanya Kau buat hatiku seperti apa Hingga kumampu bertahan dalam diam yang lama Disaat aku dianggap seolah bukan manusia Tuhan...beri aku satu keajaiban Hingga kubisa menatap mentari Tanpa keresahan diri
Menyearah dalam prosa