Langsung ke konten utama

Postingan

IMAJI KOSONG

Ku ketuk-ketuk jemari ini Seiring munculnya ribuan lentera hati Dengan pijarnya yang nampak berpendar- pendar di bawah nauangan malam   Kekasih, tidakkah kau mampu memandang makna tatapanku? Di balik gemulai lentiknya bulu mata Di mana kumampu menyelipkan guratan- guratan cinta di sana Dan, cinta itu telah menumbuh dengan begitu dasyatnya   Kau tahu, Kekasih Desirannya seperti apa?   Tentu saja, Aku merasakannya ketika tanganku mulai menggoreskan untaian kata Di atas kain putih dengan tinta di dalam pitnya   Kau seharusnya tahu   bagaimana debarannya Saat kata demi kata itu membentuk barisan kalimat indah yang kesemuanya hanyalah tentangmu   Aku bergetar, luruh dalam imajimu Ini tak semudah apa yang terbayangkan, Kekasih ketika kuuraikan setiap depa rasa yang kupunya Karena tiap memori yang terlewati seharusnya cukup membuat kita saling   menyapa Namun, mengapa untaian kata pengharapan cinta saja ...
Postingan terbaru

Etape Sunyi

Aku adalah pijar ketika kau menjelma menjadi api Aku adalah rintik ketika kau menjelma menjadi hujan Aku adalah terang ketika kau  menjelma menjadi cahaya Aku adalah malam ketika kau menjelma menjadi mimpi Aku adalah hela ketika kau berubah menjadi udara Aku adalah punguk ketika kau berubah menjadi bulan Aku adalah rintih ketika palung hatimu bersedih Aku adalah tangis ketika matamu serasa perih Aku adalah etape sunyimu Yang pada masanya kan berubah menjadi debu EpL, 21.09.2020

Untuk Mencintai

  Untuk mencintai pagi Kamu harus merasakan hangatnya mentari   Untuk mencintai siang Kamu harus mengalami sedikit lapar   Untuk mencintai senja Kamu harus menikmati secangkir kopi   Untuk mencintai malam Kamu harus menyaksikan bulan dan bintang   Untuk mencintai Tuhan Kamu harus bercermin dalam terang   EpL 19.09.2020

Jutaan Lelah

Entah mengapa Bicara denganmu adalah jutaan lelah Karena untuk itu, Aku harus menahan kerasnya degub jantungku Bicara denganmu adalah kerontokan bagi sendiku Karena untuk itu Aku harus menopang kelemahan ragaku Bicara denganmu adalah karma Yang tak mampu kuhindari Dari cinta yang membuat lapaknya sendiri Tuhan maha tahu Bagaimana deritamu maupun jeritan kalbuku Kerasnya ego telah menghantam cadasnya sendiri, Kekasih Hingga mereka melebur dan membaur atas nama cinta Walau dengan itu, mereka harus terluka Seharusnya, kita berdua mulai menjarak, Kekasih? Bukan malah memendam setiap debar dalam palung hati Hingga mereka memercikan api? Ya Tuhan... Bagaimana aku bisa mengutuk cinta yang tumbuh subur tanpa cela? Lalu dengan apa kubunuh cinta Yang seolah parasit menggrogoti sukma? Ya Tuhan... Akulah jasad yang kehilangan nyawa Dalam tiap depa hembusan napasnya

Kerinduan

Aku adalah makhluk bumi Yang berpijak pada hening Merangkul sunyi Dan mendekap sepi Pemetaan jiwa, menjungkal sebuah logika Tentang kehampaan Tentang kefanaan Tentang sebuah kerinduan Aku diam di antara keremangan Senja tergilas oleh warna hitam Yang membentuk citranya Dalam dimensi waktu, yang kusebut senyap Kamu adalah bagian dalam rumpun atma Ia terus bergerilya merasuki tiap pembuluh darah Menjadikan detik demi detik hidupmu sempurna Namun, kerinduan tetap saja tumbuh Ciptakan prasasti, dalam palung hati... [epl/] Bogor, 01/02/2020

Metamorfosis Sempurna

Aku mendekapnya Jauh dalam palung hatiku Bersama jejak malam yang bertabur bintang Bersama pendar cahaya senja yang menghilang Menyumpah serapah bait-bait cinta Yang dulu pernah dinukilkan Ah, kamu... Katakan padaku bagaimana kamu bermetamorfosis? Bangkit dalam kubangan cinta yang sakit? Baiklah Selagi kucoba ungkap detail metamorfosis sempurnamu Kau telah jabarkan dengan kalam jingga Yang hampir membuatku terpesona Bogor,15 /09/ 2019

PENANTIAN

Tabir itu tersingkap Wajah-wajah penat menyeruak Aku enggan berbisik Entah... Bahkan aku hilang kendali Ketika rapuh itu kau beri Sepersekian waktu Ya, kuharap kau ingat itu Kita ciptakan memoar-memoar Yang penuh debaran indah Benarkah? Kamu atau aku yang terlupa Dengan rasa yang tersisa? Penantian... Menilik kembali luka lama Ketika bauran dendam Mulai merobek tiap depa kerinduan Ah, aku menyerah Aku kalah... Baiklah... Mungkin aku diam Dan, kau... cukuplah menatapku dalam gamang Cinta itu? Apakah masih ada kau rasakan? 17 Juli 2019