Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

NERAKAMU.....

NERAKA MU.... Ini adalah amarah dalam binalnya hati Yang berupa onggokan daging berdarah yang tak habis- habisnya menjadi bangkai Ini adalah gelora bara dari pikiran gelap Yang tercambuk oleh puluhan pecut yang meluluh lantahkannya menjadi pecahan kecil yang nyaris tak berarti Dan aku memuntahkan darah segar Lalu menjadi terjijik karnanya.... Muaknya aku dengan jalan yang membuatku menyerahkan tubuh Laksana pelacur murahan.... Hancur.... Rasai tangis dan jerit itu sendiri..... Dan kau tahu....aku menunggunya.... Kematian yang mungkin bisa menyelesaikan segalanya.... Dalam kesempurnaannya.... Yang mungkin saja merenggut tiap nestapa Menggantikannya dalam kedamaian panjang....

Lentera hati

Aku ketuk jemari ini Yang memunculkan ribuan lentera hati Berpendar- pendar pijarnya dibawah nauangan malam.... Tidakkah mampu kau pandang tatapanku Dibalik gemulai lentiknya bulu mata Dimana ku mampu menampilkan guratan- guratan cinta Yang begitu dasyatnya.... Kau tahu desirannya seperti apa.... Saat tanganku menggoreskan untaian kata Diatas kain putih dengan tinta didalam pitnya? Dan kau tau bagaimana debarannya...saat kata demi kata itu membentuk barisan kalimat indah tentangmu.... Dan aku tergetar.... Ini tak semudah apa yang terbayangkan.... Tidakkah tiap memori yang terlewati cukup membuat kita saling mengenal ... Tapi...bahkan untaian kata pengharapan cinta saja tak mampu kutuliskan..... Aku menatapmu kembali disana.... Yang selalu tersenyum penuh pesona....

Ameraa

Kau bawa ceritamu laksana dewi surga Dengan kidung- kidung indah bak melodi cinta... Syair yang kau tampakkan itu nyata Membersit tiap harap dalam tiap depa langkah kakinya Aku melantunkan bait itu Seiring tiap goresan senyumanmu.... Hangat dan nampak merona manja Tidakkah ini kunamai cinta...Oh ameraa Dimana yang nampak hanyalah segala yang sempurna Dan kau  nilai tertingginya ...

Intermezo untukmu

Tiba- tiba aku mengingatmu Saat waktu nyaris usai pada titik- titik kulminasinya... Ya...seorang yang dengan gamblang Mengatakan aku abnormal Dan  hanya mampu kubalas dengan tawa panjang.... Dan kamupun tertawa....mencoba merangkai ribuan cerita Penuh pengharapan yang seolah tiada usai Ya itu maumu...menghabiskan sisa umurmu bersamaku..... Menjagaku....dan mengikatku dalam gelombang cintamu Yang maha dasyat.... Dan kini aku merindumu.... Lupakanlah tentang hidup bersamaku Karna kerinduan ini hanya segelintir fase Yang hilang timbul karna aku pernah mengenalmu......

Like a love

Aku memberi nama cinta Pada tiap bait yang serupa aksara Mimpi- mimpi pastipun menjalar disana Aku memberi nama kasih Pada tiap malam- malam sunyi Yang didalam tiap sujudpun memukau indah..... Aku memberi nama pengharapan Hanya untuk sekali saja kau dengar Cintaku bermakna Dan indahnya melebihi kilau mutiara Bak teratai yang mempercantik istana lumpur.... Dan laksana lilin yang ikhlas membakar diri sendiri.....

Cinta itu kamu

Kamu yang menciptakan sebuah peradaban baru Untukku maupun duniaku Kamu hasilkan bongkahan- bongkahan rindu Yang tereinkarnasi dari mimpi- mimpi panjangku.... Saat tiap pembuluh darahku tersumbat oleh siluet hidupmu Kau racuni otakku dengan jutaan pesona Yang tak terbunuh oleh panjangnya waktu Aku cinta....jerit nyata dalam hatiku Melebihi gelombang laut dasyat.... Aku cinta rutukku....seperti ledakan amarah dalam baranya yang bergelora Dan aku cinta.... Tidakkah cinta itu membuatku seolah hidup tapi mati Karna kau takkan pernah kumiliki

Kidung nelangsa sebuah jiwa

Patahkan sebuah kidung cinta Dimana ambisi menggugah karsa Nelangsa.... Aku bisu dan langit yang kujunjung tak bersahabat Meninggalkan kengiluan panjang tak berakhir Diam itu emas...ucap seorang sahabat Tapi bagaimana bila diamku berujung frustasi panjang yang tiada berkesudahan Pendewaan macam apa Yang menghiasi cinta penuh luka Aku bergidik akan takdir yang membuat duka Membumbung binasa menyisakan aroma amisnya Dimana ribuan manyar  merobek mangsa....