NERAKA MU.... Ini adalah amarah dalam binalnya hati Yang berupa onggokan daging berdarah yang tak habis- habisnya menjadi bangkai Ini adalah gelora bara dari pikiran gelap Yang tercambuk oleh puluhan pecut yang meluluh lantahkannya menjadi pecahan kecil yang nyaris tak berarti Dan aku memuntahkan darah segar Lalu menjadi terjijik karnanya.... Muaknya aku dengan jalan yang membuatku menyerahkan tubuh Laksana pelacur murahan.... Hancur.... Rasai tangis dan jerit itu sendiri..... Dan kau tahu....aku menunggunya.... Kematian yang mungkin bisa menyelesaikan segalanya.... Dalam kesempurnaannya.... Yang mungkin saja merenggut tiap nestapa Menggantikannya dalam kedamaian panjang....
Menyearah dalam prosa