Aku memberi nama cinta
Pada tiap bait yang serupa aksara
Mimpi- mimpi pastipun menjalar disana
Aku memberi nama kasih
Pada tiap malam- malam sunyi
Yang didalam tiap sujudpun memukau indah.....
Aku memberi nama pengharapan
Hanya untuk sekali saja kau dengar
Cintaku bermakna
Dan indahnya melebihi kilau mutiara
Bak teratai yang mempercantik istana lumpur....
Dan laksana lilin yang ikhlas membakar diri sendiri.....
Taman pemakaman itu nampak sepi, beberapa baris batu nisan berjejer dibawah pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang berwarna putih bersih, nampak beberapa helai kuntumnya terbang tertiup angin dan mendarat diatas makam ataupun tanah-tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon puring berjenis oscar yang memiliki daun besar dengan kombinasi hijau kuning dimana warna kuningnya lebih dominan itu. Selain itu, beberapa tanaman andong-pun tumbuh disana, daunnya yang panjang dan agak besar dengan warnanya yang merah tua dan bersalur hijau tua nampak berdebu. Kesunyian dalam areal pemakaman itu, memberikan makna berbeda, walaupun disiang hari yang begitu terik. Bahwasanya, ini adalah tempat dimana kau akan membaringkan tubuhmu, dibawah gundukan tanah bersama cacing-cacing yang kelapara...
Komentar
Posting Komentar