Hatiku kelabu...sedu sedan itu melaraku Kucoba berpikir tentang kita Dan setiap harapan yang terkandung nyata Resahku membaur dalam kelu Tak mampu berkata, khawatir akan mencemaskanmu Tuhan itu ada diantara kita Ia nyaris selalu terjaga Saat aku tak mampu mengawasimu Dengan kedua mata ini Kuyakin Dia kan menggantikanku Saat aku tak mampu menggenggam tanganmu Untuk sekedar menuntunmu ke arah yang kau tuju Kutahu Dia pasti menuntunmu Menggantikan genggaman tangan yang tak mampu kuberikan Sebagai penguat hatimu... Sayang...aku mendekapmu dengan kalbuku Dan akan selalu begitu Ingatlah apa yang kau mau Disetiap lafaz yang membiaskan senyum diwajahmu Dalam kungkungan do'a-do'a itu, semoga Tuhan menjagamu...
Menyearah dalam prosa