Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Friend or foe ( manakala sumpah itu....)

Mencaci kadang hingga hilang kendali Membutuhkan tapi kadang mematahkan Tersenyum kadang bersebrangan Hai.....permainan apa yang berputar diantara kita... Bukankah seharusnya kita 'dakota' Bukankah seharusnya kita seiya sekata 'We are friend or foe' Seteru itu takkan membuatnya indah Saat kita berada dibawah nauangan sumpah.... Atau saat sumpah itu dibaca Kita telah kaitkan dua jari kita Hingga sumpah itu tak ubahnya bak senandung kosong... Seperti lagu dalam kaset bajakan Yang teronggok dipinggiran jalan..... Ya sumpahmu..... Sumpahku..... Tolong pertanyakan itu?????

Hanya serupa tanda tanya

Itu aksara kosong kurasa Yang berputar- putar dalam benakku yang nyaris sama bodohnya Serupa goresan hampa yang artinyapun nampak tak nyata Kusesali itu.... Apa yang terangkai tak ubahnya semu Pijar- pijar itu sama muramnya dengan kota pinggiran kali Yang sebentar saja terbawa arus air berlari.... Ini kebingungan yang tiada ada akhiran- an.... Lupakan..... Ini hanya serupa sebuah tanda tanya Yang mungkin tiada pernah mengharap jawaban.....

CERITA TAK BERTUAN

ia koyak....lusuh...sakit parah dalam luka-luka perih yang menganga berdarah-darah berjalan terseok dalam kekhawatiran panjang mampukah ia bertahan ataukah akan mati terbuang embargo diri menjadikan ribuan sangsi mengusik makna hati leburkan mimpi darah itu mengucur pasti  seiring ribuan tatap menahan ngeri..... kenapa kalian hanya diam... bukankah ia akan bisa mati perlahan tidakkah kengerian itu kalahkan kemanusiaan atau kemanusiaan memilih bungkam..... hal klasik... yang jelas maknanya enggan terusik.....

AKU BINTANGMU

aku bintangmu... itu katamu?? dan aku bertanya, apa makna sebuah bintang untukmu?? aku bintangmu... yang mungkin pernah mampu membentuk gugusan atau ribuan  biduk-biduk indah itu,  yang mampu membuat matamu tak berkejap karna terpesona bukankah bintang-bintang itu berpendar indah dimalam-malammu tapi kau abaikan, bukankah bintang-bintang itu menuntun jalanmu, tapi kau sangsikan, bukankah bintang-bintang itu berusaha menenangkanmu, tapi kau tak pedulikan justru kau anggap bulan yang besar lebih bermakna  karna gerhana itu lebih indah cahayanya bukan??  dibanding sebuah kerlip bintang kecil diangkasa... tapi ternyata kau terlupa akan indahnya bintang kejora di langit sana yang kerlipnya selalu abadi tidak berdasarkan hitungan waktu saja dan sekarang.... kau tanyakan dimana bintang itu?? saat ia mulai enggan menunjukkan sinarnya dan lebih memilih bersembunyi dibalik gelapnya mega lalu siapa yang kau persalahkan?? bintangnya a...

Wanita jalang dan pelangi

1.       Wanita itu… Pekiknya gelisah malam dalam bara nafsu Menjelajah seantero dunia yang terkandaskan senyap Wanita itu ucapkan mantra binal Dalam seogok kesemuan yang tak mampu terbaca  oleh malam Bahkan  dibawah jutaan lentera... Ia buat ribuan rajah pada takdirnya sendiri Mengisi tiap bejana dengan air tuba Dan menyesap habis pahitnya dunia Ia coba rentangkan tangannya Menyentuh tiap siluet yang terasa nyata Dan hilang seperti hembusan asap tak bernama Pun tak berasa Wanita itu mencerminkan hidup yang terlalu abstrak Esensi kerasnya hidup dalam ruang laku yang koyak Hedoisme macam apa yang terlintas Dalam kepala para pecundang?? Membuat tubuh wanita itu terkapar… Ia memekik dalam harapan basi Yang baunya saja tiada berkawan lagi… 2.       Pelangi… Lamunannya… Akan indahnya pelangi dihari depannya Itulah sajak hidup dalam rupa yang cela Ini aib ucapnya… Nam...

INTERMEZO CINTA DI PAGI INI

aku berpikir kembali dipagi yang mendayu sunyi segenggam harapan itu terasir kembali ini mungkin cerita  yang akan membungkamku pasti lukisan yang kau buat itu apa namanya seolah guratan kuas kabur tiada makna bahkan keseriusanmu tampak tak nyata kau gambar cinta yang tak teraba aku tersenyum resah dalam dua dilema...pasrah tanya pada waktu yang kalah bila nanti saatnya mungkin aku yang mengalah kau....mencoba merangkainya ya.... setiap melodi itu walau hampa terasa tiada daya namun tetap mencoba dan aku...kaupun bertanya?? mungkinkah kukan bungkam seperti arca??? waktu itu sepi seolah membunuh diri cinta itu mungkin terpatri serupa tali yang terjalin rapi.... dan bagiku cinta itu tinggi

RINDU

Kubilang ini rindu... Carut marut tak menentu Memaksa akal untuk bersekutu Hatipun jua tiada seteru Yang kukatakan ini rindu Bahkan nafaspun terasa kelu Berantuk- antuk rasa kelabu Aku menggenggam rinduku Dengan semburat warna merah jambu Seolah berdiri ditelaga biru Menghardik diri yang tersipu... Bungkamkan rindu yang nampak kuyu Aih....aku malu Saat wajahku merona semu Dan nada sumbang bak melayu Mendayu hati karna merindu....