Kubilang ini rindu...
Carut marut tak menentu
Memaksa akal untuk bersekutu
Hatipun jua tiada seteru
Yang kukatakan ini rindu
Bahkan nafaspun terasa kelu
Berantuk- antuk rasa kelabu
Aku menggenggam rinduku
Dengan semburat warna merah jambu
Seolah berdiri ditelaga biru
Menghardik diri yang tersipu...
Bungkamkan rindu yang nampak kuyu
Aih....aku malu
Saat wajahku merona semu
Dan nada sumbang bak melayu
Mendayu hati karna merindu....
Taman pemakaman itu nampak sepi, beberapa baris batu nisan berjejer dibawah pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang berwarna putih bersih, nampak beberapa helai kuntumnya terbang tertiup angin dan mendarat diatas makam ataupun tanah-tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon puring berjenis oscar yang memiliki daun besar dengan kombinasi hijau kuning dimana warna kuningnya lebih dominan itu. Selain itu, beberapa tanaman andong-pun tumbuh disana, daunnya yang panjang dan agak besar dengan warnanya yang merah tua dan bersalur hijau tua nampak berdebu. Kesunyian dalam areal pemakaman itu, memberikan makna berbeda, walaupun disiang hari yang begitu terik. Bahwasanya, ini adalah tempat dimana kau akan membaringkan tubuhmu, dibawah gundukan tanah bersama cacing-cacing yang kelapara...
Komentar
Posting Komentar