Tidakkah hari ini terlalu pagi untuk kita bergulat dengan waktu Aku mungkin akan menjadi si haicu yang tak berpikir Saat degub jantungku menegang Mengarah lembut dalam desirannya Menatap indah pesona yang berbalut nuansa merah muda Kau laksana sutra kemilau dengan jutaan pesona Meredam tiap bara merah hitam dalam dada Aku melepuh lusuh Mencari tiap orbit dan ribuan gugusan bintang Yang mengukir jutaan nukilan yang terpahat namamu Aku sebut dirimu peri cinta Bersamaan aroma surgawi yang menembus jiwa.....
Menyearah dalam prosa