Kau tahu rasanya seperti apa
Hawa panas itu menjalar melalui
Tiap lumbal...
Merangkak naik hingga kekepala,
Dan sesaknya....?
Kau tahu seperti apa?
Seolah leherku tercekik dan pita suaraku tercekat serak.....
Terlalu sering....dan aku menyerah kalah....
Waktu...ya...sang waktu...
Aku tak mungkin gantungkan asaku padanya
Terlalu jauh kurasa
Aku mulai mengiba pada nuraniku sendiri
Aku mulai mengiba pada hatiku sendiri
Yang kadang utuh lalu pecah
Utuh dan terpecah lagi
Lihat dirimu dan pikiran yang berputar dibenakmu
Cukuplah aku pahami sepersekian saja...
Aku yang selalu bernegosiasi dengan waktu
Memilih diam sambil memainkan lagu syahdu....
Walau kurasa terlalu naif
Tapi ku yakin itulah yang terbaik...
Hawa panas itu menjalar melalui
Tiap lumbal...
Merangkak naik hingga kekepala,
Dan sesaknya....?
Kau tahu seperti apa?
Seolah leherku tercekik dan pita suaraku tercekat serak.....
Terlalu sering....dan aku menyerah kalah....
Waktu...ya...sang waktu...
Aku tak mungkin gantungkan asaku padanya
Terlalu jauh kurasa
Aku mulai mengiba pada nuraniku sendiri
Aku mulai mengiba pada hatiku sendiri
Yang kadang utuh lalu pecah
Utuh dan terpecah lagi
Lihat dirimu dan pikiran yang berputar dibenakmu
Cukuplah aku pahami sepersekian saja...
Aku yang selalu bernegosiasi dengan waktu
Memilih diam sambil memainkan lagu syahdu....
Walau kurasa terlalu naif
Tapi ku yakin itulah yang terbaik...
Komentar
Posting Komentar