Langsung ke konten utama

AIDA MENCARI SURGA

ini sesak...
dan aku tak ingin bersekutu  dengannya
kali lain tatapan itu penuh intervensi
dan kali lain tatapan itu penuh cinta
kali kain tatapan mata itu penuh selidik
kenali aku lebih...
agar kau mengerti siapa aku
aku takkan berdaya dengan keadaan
tiada berdaya dengan kenyataan
hitam itu tabu
memekik disegala penjuru
langkah kaki menyeret berat
dan hati ini menghardik cepat
kamu...berikan lukisan hitam dalam setiap langkah
sedangkan aku ingin rangkaian putih 
dalam tiap goresan kanvas hidup itu
biar tak berwarna tak mengapa
asal aku bisa bahagia dan menyium aroma surga
aku inginkan seorang pemandu
yang mengikat kontrak hidup padaku
bukan orang lain yang mengenalku
seorang pemandu takkan pernah kehilangan peta
namun seorang turis bisa saja kehilangan pemandunya
bersorak wajahku
memekik hatiku
beban yang ditimpakan terlalu berat kurasa
hingga sulit bagiku tuk bangkit melawannya
surga itu dimana?
aku rindu aromanya
semua menyeret jauh tak terkendali
dan sebuah jiwa itu membiarkanku hingga tenggelam
baru mencoba menarikku kencang
berdo'alah semoga saja tarikan itu tepat pada waktunya
atau aku benar-benar habis terseret ombaknya
ini sebuah nukilan kelam atau apa
pencarian esensi hidup dengan meraba segalanya
tak  mungkin ku bungkamkan segala retorika
sesungguhnya ku marah dengan dunia
yang membuatku jungkir balik sedemikian rupa
mereka datang silih berganti dengan genggaman tangannya
erat penuh makna
mencoba mengamini tiap realita dan menguatkan jiwa
agar kutak payah didalamnya
namun apa?
tetap saja kuinginkan surga
karna itu tujuan hidup manusia
surga dunia hanya melenakan saja
sungguh aku gila dengan ketakutanku
dan aku tak ingin berakhir dengan seperti itu
apapun alasannya aku ingin surga
tak ingin kumati dalam nestapa dan kengerian panjang
yang menggila
Tuhan Maha Tahu...
saat aku berteriak, 
dengan segala kelelahanku
saat aku memekik
dengan segala hal asing yang kutemui
dan aku ingin sekali memaksa-Nya
hanya untuk sekedar mengartikan semua
aku terlalu dungu dan buta
untuk meraba segalanya 
dan membaca semuanya
Tuhan Maha Luas
bagaimanapun bentuk ujian-Mu
aku tetap ingin memekik....
Tuhan aku lelah
sudahi ini...permainan nasib yang tak sepi
aku  meratap menghardik...
salah...
akal sehatku kembali bekerja
hingga aku bersimpuh manja
menguatkan hati dan berkata
aku patut menerima ini semua Tuhan
karna aku selalau percaya,
orang baik akan bersama orang baik pula
dan aku belum baik dengan semuanya
lagi aku mengiba
lakukanlah semua kehendakmu Tuhan
kalau itu akan menjadikanku sebuah mutiara...
dan hadiahkan aku kelak sebuah mutiara pula
karna mungkin ku akan dapatkan surgaku disana.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINORITY

                                                       Taman pemakaman itu nampak sepi, beberapa baris batu nisan berjejer dibawah  pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang berwarna putih bersih, nampak beberapa helai kuntumnya terbang tertiup angin dan mendarat diatas makam ataupun tanah-tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon puring berjenis oscar yang memiliki daun besar dengan kombinasi hijau kuning dimana warna kuningnya lebih dominan itu. Selain itu, beberapa tanaman andong-pun tumbuh disana, daunnya yang panjang dan agak besar dengan warnanya yang merah tua dan bersalur hijau tua nampak berdebu. Kesunyian dalam areal pemakaman itu, memberikan makna berbeda, walaupun disiang hari yang begitu terik. Bahwasanya,  ini adalah tempat dimana kau akan membaringkan tubuhmu, dibawah gundukan tanah bersama cacing-cacing yang kelapara...

BUNGA BUNGUR

BUNGA BUNGUR Bunga bungur Ditatap sayu oleh wanita tua Dari balik jendela kusam Bunga bungur tetap indah dalam penglihatannya Yang mulai rabun dimakan usia Wanita tua merintih pelan Bunga bungur pelipur lara yang kelam Bunga bungur memberikannya keindahan Bunga bungur saksi air mata yang terbuang Ia yang telah membuatnya besar Namun iapun yang terlupakan.... ( Bogor- terkenang akan seseorang yg bersama menatap bunga bungur dari balik jendela...)

CURAHAN HATI SEORANG AYAH

                           Kamu...adalah bentuk dari bersatunya air maniku Dengan sel telur ibumu Atas dasar kebesaran cinta Dan perwujudan kasih sayang yang nyata Kamu...yang selalu kugantikan popoknya ditiap malammu Saat ibumu terlalu lelah Untuk  mengurusimu seharian Kamu...yang kuantar ditengah derasnya hujan Didalam pekatnya malam Dan kuteriakkan jangan tidur saya Kita masih dalam perjalanan Dan kamu, yang dipinang seorang lelaki Yang bahkan aku tak tahu apa yang akan ia goreskan dihatimu Seorang putri yang kurawat dengan ketulusan hatiku Dan dia, begitu mudah merusakmu Menjatuhkan air matamu Menyakiti jiwamu Lalu aku? Apa dosaku...sebagai seorang ayah Yang memberikan nafas untuk anak gadisnya Yang merawatnya Dan memberikan beberapa mantra Agar ia menjadi istri yang luar biasa... # Ungkapan nelangsa seorang ayah untuk putrinya...