dimana sesuatu yang kau namakan logika
bahkan warnanya saja tak mampu kau rasa
enggan rasanya aku menerima
saat nelangsa ini bekukan jiwa
skeptis...
ya...mata itu memancar sadis
tak bisa kucairkan bengis
bahkan nyerinya terasa mengiris
kau atau aku ??
skeptis itu memburu
membungkam lembaran masa lalu
hingga berubah semu
aku marah pada diriku
yang membuatnya hilang dari peradaban
yang ingin kembali namun telalu jauh berlari
aku sesalkan tiap goresannya
yang mengelamkan raga
dan membuatnya binasa
skeptis itu meraja
dalam tiap jengkal aliran darahnya
luka yang menganga itupun membiru
kembali beku dan kuyu
bahkan warnanya saja tak mampu kau rasa
enggan rasanya aku menerima
saat nelangsa ini bekukan jiwa
skeptis...
ya...mata itu memancar sadis
tak bisa kucairkan bengis
bahkan nyerinya terasa mengiris
kau atau aku ??
skeptis itu memburu
membungkam lembaran masa lalu
hingga berubah semu
aku marah pada diriku
yang membuatnya hilang dari peradaban
yang ingin kembali namun telalu jauh berlari
aku sesalkan tiap goresannya
yang mengelamkan raga
dan membuatnya binasa
skeptis itu meraja
dalam tiap jengkal aliran darahnya
luka yang menganga itupun membiru
kembali beku dan kuyu
Komentar
Posting Komentar