Lalu kubiarkan asa itu terbang
Membawa pelangi di pagi hari
Senyum itu lebih hangat dari mentari
Yang tersembul penuh arti
Kau yang maknai hidupmu
Bukan aku
Kau yang jalani hidupmu
Pun bukan aku....
Saat lelah itu ada
Membawa serta mimpi- mimpi dari dunia maya
Mengikrarkan tiap bait aksara
Yang tak mampu terekam dalam alam nyata
Ah....bisumu kelu
Diammu tabu
Punahkan saja tiap rasa itu
Menjadi butiran debu
Tidaaak....ujarmu
Harapku nyata
Kan kuletakkan tiara
Diatas kepalamu wahai wanita
Saat kupuja kau
Saat itu bahagiamu tiba
Membawa pelangi di pagi hari
Senyum itu lebih hangat dari mentari
Yang tersembul penuh arti
Kau yang maknai hidupmu
Bukan aku
Kau yang jalani hidupmu
Pun bukan aku....
Saat lelah itu ada
Membawa serta mimpi- mimpi dari dunia maya
Mengikrarkan tiap bait aksara
Yang tak mampu terekam dalam alam nyata
Ah....bisumu kelu
Diammu tabu
Punahkan saja tiap rasa itu
Menjadi butiran debu
Tidaaak....ujarmu
Harapku nyata
Kan kuletakkan tiara
Diatas kepalamu wahai wanita
Saat kupuja kau
Saat itu bahagiamu tiba
Tak perlu berpikir sulit sobat
Ini hanya imajinasi yang hebat
Yang berakar pun beranak pinak
Dalam beberapa kurun waktu yang dekat
Ini hanya imajinasi yang hebat
Yang berakar pun beranak pinak
Dalam beberapa kurun waktu yang dekat
Kau nikmati tiap prosa itu
Tak perlu coba lukiskan tiap makna dan baitnya
Kalau itu hanya akan membuat sakit kepala....
Tak perlu coba lukiskan tiap makna dan baitnya
Kalau itu hanya akan membuat sakit kepala....
Dunia khayal itu dapat setinggi langit
Dengan ribuan bintang bertabur disana
Banyak kemungkinan yang ada
Maka janganlah pernah salah menafsir kata
Dengan ribuan bintang bertabur disana
Banyak kemungkinan yang ada
Maka janganlah pernah salah menafsir kata
Komentar
Posting Komentar