Langsung ke konten utama

ASA YANG HILANG

Lalu kubiarkan asa itu terbang
Membawa pelangi di pagi hari
Senyum itu lebih hangat dari mentari
Yang tersembul penuh arti
Kau yang maknai hidupmu
Bukan aku
Kau yang jalani hidupmu
Pun bukan aku....
Saat lelah itu ada
Membawa serta mimpi- mimpi dari dunia maya
Mengikrarkan tiap bait aksara
Yang tak mampu terekam dalam alam nyata
Ah....bisumu kelu
Diammu tabu
Punahkan saja tiap rasa itu
Menjadi butiran debu
Tidaaak....ujarmu
Harapku nyata
Kan kuletakkan tiara
Diatas kepalamu wahai wanita
Saat kupuja kau
Saat itu bahagiamu tiba
Tak perlu berpikir sulit sobat
Ini hanya imajinasi yang hebat
Yang berakar pun beranak pinak
Dalam beberapa kurun waktu yang dekat
Kau nikmati tiap prosa itu
Tak perlu coba lukiskan tiap makna dan baitnya
Kalau itu hanya akan membuat sakit kepala....
Dunia khayal itu dapat setinggi langit
Dengan ribuan bintang bertabur disana
Banyak kemungkinan yang ada
Maka janganlah pernah salah menafsir kata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINORITY

                                                       Taman pemakaman itu nampak sepi, beberapa baris batu nisan berjejer dibawah  pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang berwarna putih bersih, nampak beberapa helai kuntumnya terbang tertiup angin dan mendarat diatas makam ataupun tanah-tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon puring berjenis oscar yang memiliki daun besar dengan kombinasi hijau kuning dimana warna kuningnya lebih dominan itu. Selain itu, beberapa tanaman andong-pun tumbuh disana, daunnya yang panjang dan agak besar dengan warnanya yang merah tua dan bersalur hijau tua nampak berdebu. Kesunyian dalam areal pemakaman itu, memberikan makna berbeda, walaupun disiang hari yang begitu terik. Bahwasanya,  ini adalah tempat dimana kau akan membaringkan tubuhmu, dibawah gundukan tanah bersama cacing-cacing yang kelapara...

BUNGA BUNGUR

BUNGA BUNGUR Bunga bungur Ditatap sayu oleh wanita tua Dari balik jendela kusam Bunga bungur tetap indah dalam penglihatannya Yang mulai rabun dimakan usia Wanita tua merintih pelan Bunga bungur pelipur lara yang kelam Bunga bungur memberikannya keindahan Bunga bungur saksi air mata yang terbuang Ia yang telah membuatnya besar Namun iapun yang terlupakan.... ( Bogor- terkenang akan seseorang yg bersama menatap bunga bungur dari balik jendela...)

CURAHAN HATI SEORANG AYAH

                           Kamu...adalah bentuk dari bersatunya air maniku Dengan sel telur ibumu Atas dasar kebesaran cinta Dan perwujudan kasih sayang yang nyata Kamu...yang selalu kugantikan popoknya ditiap malammu Saat ibumu terlalu lelah Untuk  mengurusimu seharian Kamu...yang kuantar ditengah derasnya hujan Didalam pekatnya malam Dan kuteriakkan jangan tidur saya Kita masih dalam perjalanan Dan kamu, yang dipinang seorang lelaki Yang bahkan aku tak tahu apa yang akan ia goreskan dihatimu Seorang putri yang kurawat dengan ketulusan hatiku Dan dia, begitu mudah merusakmu Menjatuhkan air matamu Menyakiti jiwamu Lalu aku? Apa dosaku...sebagai seorang ayah Yang memberikan nafas untuk anak gadisnya Yang merawatnya Dan memberikan beberapa mantra Agar ia menjadi istri yang luar biasa... # Ungkapan nelangsa seorang ayah untuk putrinya...