aku terpasung...
dalam genderang yang ditabuh
terdengar memuakkan dan gamang
aku terpasung dalam kepastian
yang teronggok tanpa daya
bagai bangkai dimana ribuan burung mayar
mencabiknya....jijik
aku memasung duniaku
dalam bait semu
ribuan cinta dan kefanaan meraja
esensi hidup yang manja
membungkam lalu mendustakannya
coretan ini bukan tradisi
yang kau nikmati dengan secangkir kopi
yang coba kau telusuri hingga pada bait terakhirnya
lalu kau cari tahu maksud yang tercipta
dan kaukan tanyakan pada dunia
apa isi kepala wanita gila
yang selalu merutuk pada dunia...
pada hidupnya...
aih...itu nelangsa
bungkam saja kau
dengan segala retorika yang tersisa
ini hanya sebuah prosa
yang tak perlu kau tahu maknanya...
Komentar
Posting Komentar