Aku mungkin sebuah cela
Yang mengukir tak ramah
Membelenggu sukma
Aku mungkin seonggok debu
Yang menyebar tak tentu
Dan membuat resah kalbu
Bijaklah berpikir nyonya yang ramah
Aku tak kan pernah menjadi sempurna
Namun aku ingin mengendalikan semua agar tiada cacat dan cela
Sekali saja....sekali saja kau berpikir tuk menjadi aku
Merasakan tiap beban beratku
Merasakan tiap seretan langkahku
Celaan itu tak pernah indah didengar
Tapi cambuk yang kuat untuk membuatku bertahan
Gugurnya bunga dimusim ini
Takkan membuatku berhenti
Musim semi yang indah takkan membuatku terpaku mati
Dan badai yang datang takkan membuatku berlari pergi
Akukan rentangkan tanganku jauh
Hinggaku tembus batas waktu
Walau tak pernah kutau pasti
Kapan waktukan berhenti
Yang mengukir tak ramah
Membelenggu sukma
Aku mungkin seonggok debu
Yang menyebar tak tentu
Dan membuat resah kalbu
Bijaklah berpikir nyonya yang ramah
Aku tak kan pernah menjadi sempurna
Namun aku ingin mengendalikan semua agar tiada cacat dan cela
Sekali saja....sekali saja kau berpikir tuk menjadi aku
Merasakan tiap beban beratku
Merasakan tiap seretan langkahku
Celaan itu tak pernah indah didengar
Tapi cambuk yang kuat untuk membuatku bertahan
Gugurnya bunga dimusim ini
Takkan membuatku berhenti
Musim semi yang indah takkan membuatku terpaku mati
Dan badai yang datang takkan membuatku berlari pergi
Akukan rentangkan tanganku jauh
Hinggaku tembus batas waktu
Walau tak pernah kutau pasti
Kapan waktukan berhenti
Komentar
Posting Komentar