Langsung ke konten utama

SEBUAH SURAT UNTUK SANG RATU

Ratuku...
aku merenung termangu

merasakan kekosongan jiwa
menohok dalam nurani yang hampa
Ratuku...
kau ingin pagiku seperti apa
karna hangatnya mentari tak bisa lagi kurasa
berganti dingin membekukan karsa
Ratuku...
kau ingin siangku seperti apa
karna energi matahari tak bisa lagi kucerna
berganti kelemahan yang membelenggu asa
Ratuku...
kau ingin soreku seperti apa
karna indahnya senja tak lagi mampu kuterima
hingga aku enggan bersamanya
Dan Ratuku...
kau ingin malamku bagaimana
karna ternyata cahaya bulan tak mampu lagi menenangkan jiwa
hingga aku enggan menatapnya
Ratuku...
mungkin aku takkan pernah menjadi sempurna
namun kupastikan kukan membuatmu bangga
akan kupenuhi semua yang kau pinta
hingga kudapat kembali berharga
dimata indahmu dinda...
Ratuku...
aku takkan pernah berharap engkau menjadi Fatimah Az-Zahra
karna kau bukanlah dia
Dan Ratuku...
izinkanlah aku menggenggam kembali tanganmu
dengan penuh cinta...
karna kau begitu berharga
Ratuku...taukah engkau
aku raja yang terkalahkan oleh rasa
keegoisan butakan mata
namun cintaku padamu gugurkan segalanya
Dan engkau Ratuku...
maukah kau kembali menggantungkan hidupmu padaku
dan kitakan berjalan lagi seperti dulu
hingga terciptakan keindahan
yang tak pupus oleh waktu....
karna aku...
Rajamu........

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINORITY

                                                       Taman pemakaman itu nampak sepi, beberapa baris batu nisan berjejer dibawah  pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang berwarna putih bersih, nampak beberapa helai kuntumnya terbang tertiup angin dan mendarat diatas makam ataupun tanah-tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon puring berjenis oscar yang memiliki daun besar dengan kombinasi hijau kuning dimana warna kuningnya lebih dominan itu. Selain itu, beberapa tanaman andong-pun tumbuh disana, daunnya yang panjang dan agak besar dengan warnanya yang merah tua dan bersalur hijau tua nampak berdebu. Kesunyian dalam areal pemakaman itu, memberikan makna berbeda, walaupun disiang hari yang begitu terik. Bahwasanya,  ini adalah tempat dimana kau akan membaringkan tubuhmu, dibawah gundukan tanah bersama cacing-cacing yang kelapara...

BUNGA BUNGUR

BUNGA BUNGUR Bunga bungur Ditatap sayu oleh wanita tua Dari balik jendela kusam Bunga bungur tetap indah dalam penglihatannya Yang mulai rabun dimakan usia Wanita tua merintih pelan Bunga bungur pelipur lara yang kelam Bunga bungur memberikannya keindahan Bunga bungur saksi air mata yang terbuang Ia yang telah membuatnya besar Namun iapun yang terlupakan.... ( Bogor- terkenang akan seseorang yg bersama menatap bunga bungur dari balik jendela...)

CURAHAN HATI SEORANG AYAH

                           Kamu...adalah bentuk dari bersatunya air maniku Dengan sel telur ibumu Atas dasar kebesaran cinta Dan perwujudan kasih sayang yang nyata Kamu...yang selalu kugantikan popoknya ditiap malammu Saat ibumu terlalu lelah Untuk  mengurusimu seharian Kamu...yang kuantar ditengah derasnya hujan Didalam pekatnya malam Dan kuteriakkan jangan tidur saya Kita masih dalam perjalanan Dan kamu, yang dipinang seorang lelaki Yang bahkan aku tak tahu apa yang akan ia goreskan dihatimu Seorang putri yang kurawat dengan ketulusan hatiku Dan dia, begitu mudah merusakmu Menjatuhkan air matamu Menyakiti jiwamu Lalu aku? Apa dosaku...sebagai seorang ayah Yang memberikan nafas untuk anak gadisnya Yang merawatnya Dan memberikan beberapa mantra Agar ia menjadi istri yang luar biasa... # Ungkapan nelangsa seorang ayah untuk putrinya...