Denial...ketakutan membelenggumu sobat
Membawa pondasimu seolah runtuh amblas kebumi
Apa yang kau pandang setelah itu sobat?
Kekosongan yang jelas terungkap...amarah
Bahkan penolakan yang seakan melaknat
Lalu apa sobat?
Tangismu pecah seolah hidupmu berakhir
Dan esok kau tak melihat mentari yang selalu tersenyum ramah dan menghangatimu....
Lalu apalagi sobat?
Tiap kesalahan itu muncul satu persatu
Seolah putaran film layar tancap dikepalamu
Flashback yang menakutkan dan meninggalkan sesalmu...
Lalu bagaimana sobat?
Kau terdiam tertunduk menahan kelu
Genggam tanganku....
Bila kau ragu akan melihat mentari esok
Kupastikan mentari akan menyapamu ramah dan hangat
Seperti biasa
Tuhan tak pernah menghukummu hingga membuatmu terhinakan karna sakit
Karna hidupmu belumlah berakhir
Genggam tanganku sobat
Seerat yang kau bisa
Karna kuakan bisikan mantra- mantra ditelingamu
agar kau lebih kuat menjalani harimu
Hingga kau yakin kau bisa melepaskan genggamanku
Dan menjadikanmu pribadi yang lebih tegar dari waktu kewaktu....
Membawa pondasimu seolah runtuh amblas kebumi
Apa yang kau pandang setelah itu sobat?
Kekosongan yang jelas terungkap...amarah
Bahkan penolakan yang seakan melaknat
Lalu apa sobat?
Tangismu pecah seolah hidupmu berakhir
Dan esok kau tak melihat mentari yang selalu tersenyum ramah dan menghangatimu....
Lalu apalagi sobat?
Tiap kesalahan itu muncul satu persatu
Seolah putaran film layar tancap dikepalamu
Flashback yang menakutkan dan meninggalkan sesalmu...
Lalu bagaimana sobat?
Kau terdiam tertunduk menahan kelu
Genggam tanganku....
Bila kau ragu akan melihat mentari esok
Kupastikan mentari akan menyapamu ramah dan hangat
Seperti biasa
Tuhan tak pernah menghukummu hingga membuatmu terhinakan karna sakit
Karna hidupmu belumlah berakhir
Genggam tanganku sobat
Seerat yang kau bisa
Karna kuakan bisikan mantra- mantra ditelingamu
agar kau lebih kuat menjalani harimu
Hingga kau yakin kau bisa melepaskan genggamanku
Dan menjadikanmu pribadi yang lebih tegar dari waktu kewaktu....
Komentar
Posting Komentar