Mian ne....
Mian ne....
Mian ne....
Mian ne....
Mian ne....
Apalagi yang bisa kukatakan
Apalagi yang harus kuungkapkan
Bahkan akupun tak sanggup berpikir lagi
Pun lidah ini seolah mati
Apalagi yang harus kuungkapkan
Bahkan akupun tak sanggup berpikir lagi
Pun lidah ini seolah mati
Atas sakit itu
Atas luka itu
Atas amarah itu
Pun rasa sesak yang hampir membunuhku
Atas luka itu
Atas amarah itu
Pun rasa sesak yang hampir membunuhku
Diamlah sebentar
izinkan aku mendengar
tiap ratapan sumbang
Dalam hati yang mulai bimbang
izinkan aku mendengar
tiap ratapan sumbang
Dalam hati yang mulai bimbang
Duduklah diam
Dan cobalah belajar
Pada kenyataan jua pada alam
Jangan hanya meratap dan tak pernah ada jalan keluar
Dan cobalah belajar
Pada kenyataan jua pada alam
Jangan hanya meratap dan tak pernah ada jalan keluar
Kau tau betapa muaknya aku
Dan kau tau betapa sakitnya aku
Aku takkan hidup hanya untukmu
Harusnya kau sadari itu
Mandirikan aku
Dan ku akan melepasmu
Abaikan aku
Dan ku akan menjadi besar tanpamu
Itu adalah amarahku
Yang sesungguhnya akan melukaimu
Dan kau tau betapa sakitnya aku
Aku takkan hidup hanya untukmu
Harusnya kau sadari itu
Mandirikan aku
Dan ku akan melepasmu
Abaikan aku
Dan ku akan menjadi besar tanpamu
Itu adalah amarahku
Yang sesungguhnya akan melukaimu
Mian ne....
Itu adalah maaf
Yang kuucapkan dengan lembut
Yang masuk dalam gendang telingamu
Yang akan mengalir pelan dalam tiap darahmu
Itu adalah maaf
Yang kuucapkan dengan lembut
Yang masuk dalam gendang telingamu
Yang akan mengalir pelan dalam tiap darahmu
Mian ne...
Kekasaranku adalah kebodohanku
Kemarahanku adalah jeritan hatiku
Diamku adalah cara berfikirku
Dan tangisku adalah rasa lelahku
Kekasaranku adalah kebodohanku
Kemarahanku adalah jeritan hatiku
Diamku adalah cara berfikirku
Dan tangisku adalah rasa lelahku
MIAN NE.....
Komentar
Posting Komentar