kubuang jauh tiap inchi tatapanmu yang seolah menelanjangiku
hei...tiada guna itu,
kau yang memenuhi pikiranmu dengan esensi hadirku
yang menurutmu seyogya pelangi
memberikan warna untuk hidupmu...
kau yang mulai tinggikan aku
pun kau yang mulai melemparku dalam nista yang sama
kau salah lagi menilaiku untuk kali kedua
saat kau coba ikat aku dengan aroma gilamu
justru aku seolah plagiat yang akan menyesatkan jalanmu...
kubuang tiap norma yang tercipta, seolah sampah dalam jiwa
saat kau bangkitkan tiap gejolakmu,
seiring dengan itu kau telah membunuh hidupmu
karena aku adalah si arogansi perwujudan egomu
dan ikrar yang kau lafazkan dalam diam itu
terbakar habis meninggalkan sisa abu yang tak terjamah waktu
hei...tiada guna itu,
kau yang memenuhi pikiranmu dengan esensi hadirku
yang menurutmu seyogya pelangi
memberikan warna untuk hidupmu...
kau yang mulai tinggikan aku
pun kau yang mulai melemparku dalam nista yang sama
kau salah lagi menilaiku untuk kali kedua
saat kau coba ikat aku dengan aroma gilamu
justru aku seolah plagiat yang akan menyesatkan jalanmu...
kubuang tiap norma yang tercipta, seolah sampah dalam jiwa
saat kau bangkitkan tiap gejolakmu,
seiring dengan itu kau telah membunuh hidupmu
karena aku adalah si arogansi perwujudan egomu
dan ikrar yang kau lafazkan dalam diam itu
terbakar habis meninggalkan sisa abu yang tak terjamah waktu
Komentar
Posting Komentar