Kamu yang menciptakan sebuah peradaban baru
Untukku maupun duniaku
Kamu hasilkan bongkahan- bongkahan rindu
Yang tereinkarnasi dari mimpi- mimpi panjangku....
Saat tiap pembuluh darahku tersumbat oleh siluet hidupmu
Kau racuni otakku dengan jutaan pesona
Yang tak terbunuh oleh panjangnya waktu
Aku cinta....jerit nyata dalam hatiku
Melebihi gelombang laut dasyat....
Aku cinta rutukku....seperti ledakan amarah dalam baranya yang bergelora
Dan aku cinta....
Tidakkah cinta itu membuatku seolah hidup tapi mati
Karna kau takkan pernah kumiliki
Taman pemakaman itu nampak sepi, beberapa baris batu nisan berjejer dibawah pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang berwarna putih bersih, nampak beberapa helai kuntumnya terbang tertiup angin dan mendarat diatas makam ataupun tanah-tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon puring berjenis oscar yang memiliki daun besar dengan kombinasi hijau kuning dimana warna kuningnya lebih dominan itu. Selain itu, beberapa tanaman andong-pun tumbuh disana, daunnya yang panjang dan agak besar dengan warnanya yang merah tua dan bersalur hijau tua nampak berdebu. Kesunyian dalam areal pemakaman itu, memberikan makna berbeda, walaupun disiang hari yang begitu terik. Bahwasanya, ini adalah tempat dimana kau akan membaringkan tubuhmu, dibawah gundukan tanah bersama cacing-cacing yang kelapara...
Komentar
Posting Komentar