Langsung ke konten utama

IMAJI KOSONG

Ku ketuk-ketuk jemari ini

Seiring munculnya ribuan lentera hati

Dengan pijarnya yang nampak berpendar- pendar

di bawah nauangan malam

 

Kekasih, tidakkah kau mampu memandang makna tatapanku?

Di balik gemulai lentiknya bulu mata

Di mana kumampu menyelipkan guratan- guratan cinta di sana

Dan, cinta itu telah menumbuh dengan begitu dasyatnya

 

Kau tahu, Kekasih

Desirannya seperti apa?

 

Tentu saja,

Aku merasakannya ketika tanganku

mulai menggoreskan untaian kata

Di atas kain putih dengan tinta di dalam pitnya

 

Kau seharusnya tahu  bagaimana debarannya

Saat kata demi kata itu

membentuk barisan kalimat indah

yang kesemuanya hanyalah tentangmu

 

Aku bergetar, luruh dalam imajimu

Ini tak semudah apa yang terbayangkan, Kekasih

ketika kuuraikan setiap depa rasa yang kupunya

Karena tiap memori yang terlewati

seharusnya cukup membuat kita saling  menyapa

Namun, mengapa untaian kata pengharapan cinta saja

tak mampu kulafazkan dengan nyata

 

Kau mempesonaku

Hingga membuatku larut dalam tatap

Imaji kosong tentangmu

yang nampak selalu tersenyum ke arahku

 

(EpL, 27-02-2021)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINORITY

                                                       Taman pemakaman itu nampak sepi, beberapa baris batu nisan berjejer dibawah  pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang berwarna putih bersih, nampak beberapa helai kuntumnya terbang tertiup angin dan mendarat diatas makam ataupun tanah-tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon puring berjenis oscar yang memiliki daun besar dengan kombinasi hijau kuning dimana warna kuningnya lebih dominan itu. Selain itu, beberapa tanaman andong-pun tumbuh disana, daunnya yang panjang dan agak besar dengan warnanya yang merah tua dan bersalur hijau tua nampak berdebu. Kesunyian dalam areal pemakaman itu, memberikan makna berbeda, walaupun disiang hari yang begitu terik. Bahwasanya,  ini adalah tempat dimana kau akan membaringkan tubuhmu, dibawah gundukan tanah bersama cacing-cacing yang kelapara...

BUNGA BUNGUR

BUNGA BUNGUR Bunga bungur Ditatap sayu oleh wanita tua Dari balik jendela kusam Bunga bungur tetap indah dalam penglihatannya Yang mulai rabun dimakan usia Wanita tua merintih pelan Bunga bungur pelipur lara yang kelam Bunga bungur memberikannya keindahan Bunga bungur saksi air mata yang terbuang Ia yang telah membuatnya besar Namun iapun yang terlupakan.... ( Bogor- terkenang akan seseorang yg bersama menatap bunga bungur dari balik jendela...)

CURAHAN HATI SEORANG AYAH

                           Kamu...adalah bentuk dari bersatunya air maniku Dengan sel telur ibumu Atas dasar kebesaran cinta Dan perwujudan kasih sayang yang nyata Kamu...yang selalu kugantikan popoknya ditiap malammu Saat ibumu terlalu lelah Untuk  mengurusimu seharian Kamu...yang kuantar ditengah derasnya hujan Didalam pekatnya malam Dan kuteriakkan jangan tidur saya Kita masih dalam perjalanan Dan kamu, yang dipinang seorang lelaki Yang bahkan aku tak tahu apa yang akan ia goreskan dihatimu Seorang putri yang kurawat dengan ketulusan hatiku Dan dia, begitu mudah merusakmu Menjatuhkan air matamu Menyakiti jiwamu Lalu aku? Apa dosaku...sebagai seorang ayah Yang memberikan nafas untuk anak gadisnya Yang merawatnya Dan memberikan beberapa mantra Agar ia menjadi istri yang luar biasa... # Ungkapan nelangsa seorang ayah untuk putrinya...