Ku ketuk-ketuk jemari ini
Seiring
munculnya ribuan lentera hati
Dengan pijarnya
yang nampak berpendar- pendar
di bawah
nauangan malam
Kekasih,
tidakkah kau mampu memandang makna tatapanku?
Di balik
gemulai lentiknya bulu mata
Di mana
kumampu menyelipkan guratan- guratan cinta di sana
Dan, cinta
itu telah menumbuh dengan begitu dasyatnya
Kau tahu,
Kekasih
Desirannya
seperti apa?
Tentu
saja,
Aku
merasakannya ketika tanganku
mulai menggoreskan
untaian kata
Di atas
kain putih dengan tinta di dalam pitnya
Kau
seharusnya tahu bagaimana debarannya
Saat
kata demi kata itu
membentuk
barisan kalimat indah
yang
kesemuanya hanyalah tentangmu
Aku
bergetar, luruh dalam imajimu
Ini tak
semudah apa yang terbayangkan, Kekasih
ketika
kuuraikan setiap depa rasa yang kupunya
Karena tiap
memori yang terlewati
seharusnya
cukup membuat kita saling menyapa
Namun,
mengapa untaian kata pengharapan cinta saja
tak
mampu kulafazkan dengan nyata
Kau
mempesonaku
Hingga
membuatku larut dalam tatap
Imaji
kosong tentangmu
yang nampak
selalu tersenyum ke arahku
(EpL,
27-02-2021)
Komentar
Posting Komentar