Entah mengapa
Bicara denganmu adalah jutaan lelah
Karena untuk itu,
Aku harus menahan kerasnya degub jantungku
Bicara denganmu adalah kerontokan bagi sendiku
Karena untuk itu
Aku harus menopang kelemahan ragaku
Bicara denganmu adalah karma
Yang tak mampu kuhindari
Dari cinta yang membuat lapaknya sendiri
Tuhan maha tahu
Bagaimana deritamu
maupun jeritan kalbuku
Kerasnya ego telah menghantam cadasnya sendiri, Kekasih
Hingga mereka melebur dan membaur atas nama cinta
Walau dengan itu, mereka harus terluka
Seharusnya, kita berdua mulai menjarak, Kekasih?
Bukan malah memendam setiap debar dalam palung hati
Hingga mereka memercikan api?
Ya Tuhan...
Bagaimana aku bisa mengutuk cinta yang tumbuh subur tanpa cela?
Lalu dengan apa kubunuh cinta
Yang seolah parasit menggrogoti sukma?
Ya Tuhan...
Akulah jasad yang kehilangan nyawa
Dalam tiap depa hembusan napasnya
Komentar
Posting Komentar