Langsung ke konten utama

Gomenasai by EPL


“Ini buah cinta, bukan karena aku menjual diriku padanya…camkan itu tuan Seichiro!,” Yuki bergetar, suaranya berat karena amarah.
“Lalu…dimana keberadaanku, kau pikir aku adalah akar sebagai pengganti rotan?,” Seichiro mengggeleng,” Apa kau gila,”
“Yah aku memang gila, dari kemarin saat aku tahu bahwa aku hamil olehnya, aku memang sudah gila, terlebih lagi saat pemuda itu pergi meninggalkanku…,” Ujar Yuki
“Dan kini, kau akan tahu betapa gilanya aku…saat Shizumi, wanita jalang ini datang dan menceritakan semua keburukanku padamu,”
“Kau timpakan nasib burukmu padaku, dan itu tidak benar Yuki,” Protes Shizumi
“Hah…hahahaaaaa…,bahkan kau katakan sebuah kebenaran Shizumi?, aku aneh kebenaran macam apa itu,” Ujar Yuki sinis.
“Dan kau tuan Seichiro, yang seolah korban dari pelampiasanku, seandainya kau mau berpikir sedikit saja, itu adalah bentuk kebejatanmu, “
Yuki  menampar Seichiro dengan ucapannya, sungguh ia tak pernah menyangka semua bisa terjadi, dan cerita ini berjalan seperti ledakan keras.
“Kau seolah korban dari kebusukanku, tapi  padahal kau tak ubahnya seorang lelaki hidung belang yang mampu mengumbar bujuk rayu yang tak terlampiaskan pada seorang istri yang apatis seperti Haruni, ia gadis yang terlalu baik, dan ini adalah bentuk kesialannya karena menikah dengan laki-laki seperti mu,”
“Tutup mulutmu Yuki,” Ujar Seichiro.
“Aku atau kau yang akan menutup mulut,” Tiba-tiba Yuki telah mengeluarkan sebuah kaiken*(tanto kecil ; serupa pisau atau keris yang biasa dibawa oleh wanita) dari dalam jubahnya, Seichiro mendesis,

”Aku akan membunuh kalian berdua, karena ini adalah akhir ceritanya…,” Ujar Yuki sambil menyeringai, lalu  ia menerjang Shizumi, dengan cepat Seichiro mendorong Shizumi hingga perempuan itu tercerembab, Seichiro mencoba mengabil alih kaiken itu dari tangan Yuki, namun ia mencengkramnya kuat, lama mereka saling berebut hingga keduanya begitu dekat, dan pergumulan itu terhenti, saat mata Yuki menatap Seichiro dengan mata yang membulat.



(Gomenasai by EPL)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINORITY

                                                       Taman pemakaman itu nampak sepi, beberapa baris batu nisan berjejer dibawah  pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang berwarna putih bersih, nampak beberapa helai kuntumnya terbang tertiup angin dan mendarat diatas makam ataupun tanah-tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon puring berjenis oscar yang memiliki daun besar dengan kombinasi hijau kuning dimana warna kuningnya lebih dominan itu. Selain itu, beberapa tanaman andong-pun tumbuh disana, daunnya yang panjang dan agak besar dengan warnanya yang merah tua dan bersalur hijau tua nampak berdebu. Kesunyian dalam areal pemakaman itu, memberikan makna berbeda, walaupun disiang hari yang begitu terik. Bahwasanya,  ini adalah tempat dimana kau akan membaringkan tubuhmu, dibawah gundukan tanah bersama cacing-cacing yang kelapara...

BUNGA BUNGUR

BUNGA BUNGUR Bunga bungur Ditatap sayu oleh wanita tua Dari balik jendela kusam Bunga bungur tetap indah dalam penglihatannya Yang mulai rabun dimakan usia Wanita tua merintih pelan Bunga bungur pelipur lara yang kelam Bunga bungur memberikannya keindahan Bunga bungur saksi air mata yang terbuang Ia yang telah membuatnya besar Namun iapun yang terlupakan.... ( Bogor- terkenang akan seseorang yg bersama menatap bunga bungur dari balik jendela...)

CURAHAN HATI SEORANG AYAH

                           Kamu...adalah bentuk dari bersatunya air maniku Dengan sel telur ibumu Atas dasar kebesaran cinta Dan perwujudan kasih sayang yang nyata Kamu...yang selalu kugantikan popoknya ditiap malammu Saat ibumu terlalu lelah Untuk  mengurusimu seharian Kamu...yang kuantar ditengah derasnya hujan Didalam pekatnya malam Dan kuteriakkan jangan tidur saya Kita masih dalam perjalanan Dan kamu, yang dipinang seorang lelaki Yang bahkan aku tak tahu apa yang akan ia goreskan dihatimu Seorang putri yang kurawat dengan ketulusan hatiku Dan dia, begitu mudah merusakmu Menjatuhkan air matamu Menyakiti jiwamu Lalu aku? Apa dosaku...sebagai seorang ayah Yang memberikan nafas untuk anak gadisnya Yang merawatnya Dan memberikan beberapa mantra Agar ia menjadi istri yang luar biasa... # Ungkapan nelangsa seorang ayah untuk putrinya...