“Ini
buah cinta, bukan karena aku menjual diriku padanya…camkan itu tuan Seichiro!,”
Yuki bergetar, suaranya berat karena amarah.
“Lalu…dimana
keberadaanku, kau pikir aku adalah akar sebagai pengganti rotan?,” Seichiro
mengggeleng,” Apa kau gila,”
“Yah
aku memang gila, dari kemarin saat aku tahu bahwa aku hamil olehnya, aku memang
sudah gila, terlebih lagi saat pemuda itu pergi meninggalkanku…,” Ujar Yuki
“Dan
kini, kau akan tahu betapa gilanya aku…saat Shizumi, wanita jalang ini datang
dan menceritakan semua keburukanku padamu,”
“Kau
timpakan nasib burukmu padaku, dan itu tidak benar Yuki,” Protes Shizumi
“Hah…hahahaaaaa…,bahkan
kau katakan sebuah kebenaran Shizumi?, aku aneh kebenaran macam apa itu,” Ujar
Yuki sinis.
“Dan
kau tuan Seichiro, yang seolah korban dari pelampiasanku, seandainya kau mau
berpikir sedikit saja, itu adalah bentuk kebejatanmu, “
Yuki menampar Seichiro dengan ucapannya, sungguh
ia tak pernah menyangka semua bisa terjadi, dan cerita ini berjalan seperti
ledakan keras.
“Kau
seolah korban dari kebusukanku, tapi
padahal kau tak ubahnya seorang lelaki hidung belang yang mampu
mengumbar bujuk rayu yang tak terlampiaskan pada seorang istri yang apatis
seperti Haruni, ia gadis yang terlalu baik, dan ini adalah bentuk kesialannya
karena menikah dengan laki-laki seperti mu,”
“Tutup
mulutmu Yuki,” Ujar Seichiro.
“Aku
atau kau yang akan menutup mulut,” Tiba-tiba Yuki telah mengeluarkan sebuah kaiken*(tanto kecil ; serupa pisau atau
keris yang biasa dibawa oleh wanita) dari dalam jubahnya, Seichiro mendesis,
”Aku
akan membunuh kalian berdua, karena ini adalah akhir ceritanya…,” Ujar Yuki
sambil menyeringai, lalu ia menerjang
Shizumi, dengan cepat Seichiro mendorong Shizumi hingga perempuan itu
tercerembab, Seichiro mencoba mengabil alih kaiken
itu dari tangan Yuki, namun ia mencengkramnya kuat, lama mereka saling berebut
hingga keduanya begitu dekat, dan pergumulan itu terhenti, saat mata Yuki
menatap Seichiro dengan mata yang membulat.
(Gomenasai by EPL)

Komentar
Posting Komentar