(Erlina P. Lestari)
Aku merendanya
Ya, merenda hari-hari yang kulalui
Bagaikan secuil mimpi
Dan, aku mengiba karenanya
Kekasih...
Bahkan nama itu masih mampu ku ungkap
Tanpa dalih apapun jua
Tanpa hijab tersamar oleh gulana
Benar!
Akulah yang gundah...
Melihat senja yang memerah
Bahkan, seolah napasku terhenti di sana
Tahukah kau seberapa redup jiwaku?
Tahukah kau seberapa gilanya aku?
Ya, nalarku mengejan
Sebentar saja ia hilang akal
Lalu mengendur perlahan
Dalam dekapan jiwamu, sayang...
( Jiwa-jiwa sunyi- Bogor, 26 Agustus 2019)
Aku merendanya
Ya, merenda hari-hari yang kulalui
Bagaikan secuil mimpi
Dan, aku mengiba karenanya
Kekasih...
Bahkan nama itu masih mampu ku ungkap
Tanpa dalih apapun jua
Tanpa hijab tersamar oleh gulana
Benar!
Akulah yang gundah...
Melihat senja yang memerah
Bahkan, seolah napasku terhenti di sana
Tahukah kau seberapa redup jiwaku?
Tahukah kau seberapa gilanya aku?
Ya, nalarku mengejan
Sebentar saja ia hilang akal
Lalu mengendur perlahan
Dalam dekapan jiwamu, sayang...
( Jiwa-jiwa sunyi- Bogor, 26 Agustus 2019)
Komentar
Posting Komentar