Langsung ke konten utama

Hadirmu

oleh: Erlina P. Lestari


Berapa banyak waktu kubuang
Hanya untuk menjaga sebuah hati
Ia tak lapang
Tak jua sempit
Ia hanya segumpal darah
Yang terus menerus mengeluarkan nanah

Sayang, disinilah puncaknya
Ketika kesabaranku habis tiada sisa
Namun aku masih tetap berdiri di tempatku berada
Menjadi berandamu, menjadi sandaranmu

Ikhlaslah...
Jerit batinku, mulai mendiskriminasi jiwa
Sesungguhnya ia tak perlu lagi ada
Bertrasformasi menjadi raja

Ah, aku selalu berharap itu
Sesungguhnya, sekujur jiwaku merapuh sudah
Nyali-nyaliku menciut lelah
Bahkan kau tahu
Atau mungkin memang tak mau tahu

Tapi, sudahlah...
Toh, hadirmu kadang ciptakan lelah
Memunculkan segumpal amarah
Yang membuat sebagian jiwaku melara
(epl)




Pijakkanku, 26 Agustus 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINORITY

                                                       Taman pemakaman itu nampak sepi, beberapa baris batu nisan berjejer dibawah  pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang berwarna putih bersih, nampak beberapa helai kuntumnya terbang tertiup angin dan mendarat diatas makam ataupun tanah-tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon puring berjenis oscar yang memiliki daun besar dengan kombinasi hijau kuning dimana warna kuningnya lebih dominan itu. Selain itu, beberapa tanaman andong-pun tumbuh disana, daunnya yang panjang dan agak besar dengan warnanya yang merah tua dan bersalur hijau tua nampak berdebu. Kesunyian dalam areal pemakaman itu, memberikan makna berbeda, walaupun disiang hari yang begitu terik. Bahwasanya,  ini adalah tempat dimana kau akan membaringkan tubuhmu, dibawah gundukan tanah bersama cacing-cacing yang kelapara...

BUNGA BUNGUR

BUNGA BUNGUR Bunga bungur Ditatap sayu oleh wanita tua Dari balik jendela kusam Bunga bungur tetap indah dalam penglihatannya Yang mulai rabun dimakan usia Wanita tua merintih pelan Bunga bungur pelipur lara yang kelam Bunga bungur memberikannya keindahan Bunga bungur saksi air mata yang terbuang Ia yang telah membuatnya besar Namun iapun yang terlupakan.... ( Bogor- terkenang akan seseorang yg bersama menatap bunga bungur dari balik jendela...)

CURAHAN HATI SEORANG AYAH

                           Kamu...adalah bentuk dari bersatunya air maniku Dengan sel telur ibumu Atas dasar kebesaran cinta Dan perwujudan kasih sayang yang nyata Kamu...yang selalu kugantikan popoknya ditiap malammu Saat ibumu terlalu lelah Untuk  mengurusimu seharian Kamu...yang kuantar ditengah derasnya hujan Didalam pekatnya malam Dan kuteriakkan jangan tidur saya Kita masih dalam perjalanan Dan kamu, yang dipinang seorang lelaki Yang bahkan aku tak tahu apa yang akan ia goreskan dihatimu Seorang putri yang kurawat dengan ketulusan hatiku Dan dia, begitu mudah merusakmu Menjatuhkan air matamu Menyakiti jiwamu Lalu aku? Apa dosaku...sebagai seorang ayah Yang memberikan nafas untuk anak gadisnya Yang merawatnya Dan memberikan beberapa mantra Agar ia menjadi istri yang luar biasa... # Ungkapan nelangsa seorang ayah untuk putrinya...