Ia memangkas habis tiap mimpinya
Menyesap tiap asa itu kembali
Dan menerbangkannya kelangit tertinggi
Cinta itu sebuah kata
Yang kini tiada makna
Ia tiada meratap dengan rasanya
Ia tiada mengharap dengan adanya
Cukuplah....
Bahagialah ia dengan jalannya
Mantra- mantra itu membangkitkannya
Dari mimpi panjang yang tak berujung pangkal
Dan rajah- rajahpun itu seolah senyawa...
Taman pemakaman itu nampak sepi, beberapa baris batu nisan berjejer dibawah pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang berwarna putih bersih, nampak beberapa helai kuntumnya terbang tertiup angin dan mendarat diatas makam ataupun tanah-tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon puring berjenis oscar yang memiliki daun besar dengan kombinasi hijau kuning dimana warna kuningnya lebih dominan itu. Selain itu, beberapa tanaman andong-pun tumbuh disana, daunnya yang panjang dan agak besar dengan warnanya yang merah tua dan bersalur hijau tua nampak berdebu. Kesunyian dalam areal pemakaman itu, memberikan makna berbeda, walaupun disiang hari yang begitu terik. Bahwasanya, ini adalah tempat dimana kau akan membaringkan tubuhmu, dibawah gundukan tanah bersama cacing-cacing yang kelapara...
Komentar
Posting Komentar