Warna itu menimbulkan kilauan terang dimatanya yang redup, ia coba gambarkan bunyi gemerincing yang terdengar seperti lonceng,dan itu membuat dadanya berdesir hebat. Entah keajaiban macam apa yang membuat pijar-pijar pesona dalam matanya menyeruak hebat, ia melihatnya...pada akhirnya sebuah kupu-kupu indah dengan sayap biru seperti belundru, berterbangan di depan jendela kamarnya.
Hai tidakkah ia butuhkan sebuah kaca pembesar. Ia telah memohon pada bintang jatuh dimalam tadi bahwa ia ingin menemukan sosok cantik yang selalu muncul di mimpinya 12 hari terakhir ini, itu sangat mengganggunya, pastinya itulah yang dirasakannya, seorang pangeran kesepian yang memiliki tubuh rentan, terlalu lemah untuk seorang lelaki seusianya.
Dan benar-benar, ini adalah cerita yang bisa saja takkan berujung, seorang peri dengan sayap biru dan gemerincing aneh yang menyertai tiap kepakan sayapnya, dan wajahnya ia takkan lupa, peri itu telah memantrainya dengan beberapa bacaan sehingga mata pangeran itu bisa menembus sosok anggun bersayap biru itu, peri itu sombong karena kecantikkannya, namun ia terlalu abadi untuk makhluk dunia nyata, peri itu memicingkan mata menatap pangeran tampan dihadapannya, lalu berujar,
" Bahkan bintangpun memenuhi harapanmu?,"
pangeran itu tersenyum,"Tidakkah bintang mendengar jeritku, ketika 12 malam lamanya kau bermain-main dalam dunia mimpiku,"
"Ah...ya, karena kau menggodaku, lihat tampannya dirimu, namun kau bukan makluk dunia maya, hidupmu akan menua dan pastinya, ketampanan itu akan memudar dengan hebat,"
"Ah...tentu saja, peri cantik," Ujar pangeran itu,"Tapi tidakkah kau tak perlu lama-lama menderita di dunia ini, saat kau merasa bahwa hidupmu tak berarti, akibat tubuhmu yang lemah. Bahkan angin saja bisa membuatku tumbang,"
"Lalu apa yang akan kau pinta, duhai pangeran tampan,"
"Apapun itu, aku hanya ingin membuat hidupku lebih berarti,"
"Kau yakin hanya itu? tidakkah pertemuan kita hanya hari ini saja, setelah esok, mantra itu akan menghilang dan kau tak bisa lagi meminta apapun dariku, dengarkan aku... fikirkan baik-baik permintaanmu,"
"Ya hanya itu," Ujar sang Pangeran tenang.
"Baiklah, besok kau akan temukan bahwa hidupmu akan menjadi lebih berarti,"
Keesokkan harinya kegaduhan terjadi, sang pangeran bangun dari tidurnya dan berjalan keluar mencari sumber suara tersebut, ia terdiam, saat matanya tertuju pada sosok wanita anggun dengan gaun biru indah dan tiara dikepalanya, Sang Ratu berjalan menghampirinya,lalu berujar," Kau akan menikah, Pangeran,"
"Pernikahan macam apa yang ibunda Ratu inginkan, bahkkan aku tak memiliki seorang kekasihpun," Ujarnya.
"Kami telah memilihkan seorang kekasih untukmu," Sang Ratu menatap wanita anggun berbaju biru dihadapannya," Putri Salina, tidakkah dia begitu mempesona?,"
Sang pangeran menatap tak yakin,"Ya," Ujarnya,"Sangat mempesona,"
"Seorang pria itu akan menjadi sangat berarti dalam hidupnya, ketika ia menikahi seorang perempuan, dan mampu menjadikan dirinya seorang suami yang luar biasa dan ayah yang hebat bagi keturunannya,"
Sang Pangeran menatap Ratu dengan terkejut, lalu menatap putri berbaju biru itu,dan ia dapat melihat senyuman mengembang diwajah sang Putri yang cantik, serupa senyuman sang peri bersayap biru itu. Ah ternyata...wanita inilah yang bermain selama 12 hari dalam mimpinya.
Hai tidakkah ia butuhkan sebuah kaca pembesar. Ia telah memohon pada bintang jatuh dimalam tadi bahwa ia ingin menemukan sosok cantik yang selalu muncul di mimpinya 12 hari terakhir ini, itu sangat mengganggunya, pastinya itulah yang dirasakannya, seorang pangeran kesepian yang memiliki tubuh rentan, terlalu lemah untuk seorang lelaki seusianya.
Dan benar-benar, ini adalah cerita yang bisa saja takkan berujung, seorang peri dengan sayap biru dan gemerincing aneh yang menyertai tiap kepakan sayapnya, dan wajahnya ia takkan lupa, peri itu telah memantrainya dengan beberapa bacaan sehingga mata pangeran itu bisa menembus sosok anggun bersayap biru itu, peri itu sombong karena kecantikkannya, namun ia terlalu abadi untuk makhluk dunia nyata, peri itu memicingkan mata menatap pangeran tampan dihadapannya, lalu berujar,
" Bahkan bintangpun memenuhi harapanmu?,"
pangeran itu tersenyum,"Tidakkah bintang mendengar jeritku, ketika 12 malam lamanya kau bermain-main dalam dunia mimpiku,"
"Ah...ya, karena kau menggodaku, lihat tampannya dirimu, namun kau bukan makluk dunia maya, hidupmu akan menua dan pastinya, ketampanan itu akan memudar dengan hebat,"
"Ah...tentu saja, peri cantik," Ujar pangeran itu,"Tapi tidakkah kau tak perlu lama-lama menderita di dunia ini, saat kau merasa bahwa hidupmu tak berarti, akibat tubuhmu yang lemah. Bahkan angin saja bisa membuatku tumbang,"
"Lalu apa yang akan kau pinta, duhai pangeran tampan,"
"Apapun itu, aku hanya ingin membuat hidupku lebih berarti,"
"Kau yakin hanya itu? tidakkah pertemuan kita hanya hari ini saja, setelah esok, mantra itu akan menghilang dan kau tak bisa lagi meminta apapun dariku, dengarkan aku... fikirkan baik-baik permintaanmu,"
"Ya hanya itu," Ujar sang Pangeran tenang.
"Baiklah, besok kau akan temukan bahwa hidupmu akan menjadi lebih berarti,"
Keesokkan harinya kegaduhan terjadi, sang pangeran bangun dari tidurnya dan berjalan keluar mencari sumber suara tersebut, ia terdiam, saat matanya tertuju pada sosok wanita anggun dengan gaun biru indah dan tiara dikepalanya, Sang Ratu berjalan menghampirinya,lalu berujar," Kau akan menikah, Pangeran,"
"Pernikahan macam apa yang ibunda Ratu inginkan, bahkkan aku tak memiliki seorang kekasihpun," Ujarnya.
"Kami telah memilihkan seorang kekasih untukmu," Sang Ratu menatap wanita anggun berbaju biru dihadapannya," Putri Salina, tidakkah dia begitu mempesona?,"
Sang pangeran menatap tak yakin,"Ya," Ujarnya,"Sangat mempesona,"
"Seorang pria itu akan menjadi sangat berarti dalam hidupnya, ketika ia menikahi seorang perempuan, dan mampu menjadikan dirinya seorang suami yang luar biasa dan ayah yang hebat bagi keturunannya,"
Sang Pangeran menatap Ratu dengan terkejut, lalu menatap putri berbaju biru itu,dan ia dapat melihat senyuman mengembang diwajah sang Putri yang cantik, serupa senyuman sang peri bersayap biru itu. Ah ternyata...wanita inilah yang bermain selama 12 hari dalam mimpinya.
Komentar
Posting Komentar