Dan aku adalah bagian dari itu
Satu sisi diluar kendali yang sebentar saja
Terjungkal mati.....
Kau umpamakan saja hidupku itu seperti sampah
Mudah bukan
Yang aromanya saja sudah membuatmu begitu muaknya
Saat ia menjejal masuk kedalam otakmu....
Aku mungkin adalah kabut tipis dalam aura hitammu
Yang mengelam dan tenggelam....
Yang melebur menjadi arang.....
Hahaaa...aku tertawa....dan masih meninggalkan sisa renyahnya
Digendang telingamu....yang seolah bak kumpulan lebah
Berdengung tiada kesudahannya....
Stttt.....diamlah.....
Aku telah ucapkan sebentar saja mantra- mantra itu....
Hingga kau menunggu dan terus menunggu.....
Aku yang terluruh dalam kepasrahan gila.....
Menyungging senyum tanpa makna
Kaburkan.......!!!!
Taman pemakaman itu nampak sepi, beberapa baris batu nisan berjejer dibawah pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang berwarna putih bersih, nampak beberapa helai kuntumnya terbang tertiup angin dan mendarat diatas makam ataupun tanah-tanah kosong yang ditumbuhi beberapa pohon puring berjenis oscar yang memiliki daun besar dengan kombinasi hijau kuning dimana warna kuningnya lebih dominan itu. Selain itu, beberapa tanaman andong-pun tumbuh disana, daunnya yang panjang dan agak besar dengan warnanya yang merah tua dan bersalur hijau tua nampak berdebu. Kesunyian dalam areal pemakaman itu, memberikan makna berbeda, walaupun disiang hari yang begitu terik. Bahwasanya, ini adalah tempat dimana kau akan membaringkan tubuhmu, dibawah gundukan tanah bersama cacing-cacing yang kelapara...
Komentar
Posting Komentar